Allah

Allah
Mari selalu dzikir kepada Allah setiap waktu

Senin, 09 Agustus 2010

KONSEP AQIDAH ASY'ARIYAH (AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH)

1. Masalah ketuhanan :

a. Tidak ada Tuhan selain Allah.

b. Allah itu Esa tidak ada sekutu bagiNya.

c. Allah itu “laisa kamislihi syaiun” tidak ada sesuatupun yang menyerupaiNya.

d. Mengimani sifat-sifat Khabariah (yang dikhabarkan Allah tentang diriNya), yaitu :

1. Wujud (Ada).

2. Qidam (Maha Dahulu).

3. Baqa (Kekal Abadi)

4. Mukholafatul lil Hawaditsi (berbeda dengan semua makhluk yang baru).

5. Qiyamuhu bi Nafsihi (berdiri sendiri).

6. Wahdaniyah (Maha Esa)

7. Qudrat (Maha Kuasa).

8. Iradat (Maha Berkehendak).

9. Ilmu (Maha Mengetahui)

10. Hayat (Maha Hidup)

11. Sama’ (Maha Mendengar)

12. Bashar (Maha Melihat)

13. Kalam (Maha Berfirman)

14. Qodiron (Maha Berkuasa)

15. Muridan

16. Aliman

17. Hayyan

18. Sami’an

19. Bashiran

20. Mutakalliman

Disamping mengimani sifat-sifat Allah juga mengimani 99 Asmaul Husna (nama-nama baik yang juga menunjukkan sifat) bagi Allah, yaitu : Ar Rahman, Ar Rahim, Al Malik, Al Qudus, As Salam, Al Mukmin, Al Muhaimin, Al Azis, Al Jabbar, Al Mutakabir, Al Khaliq, Al Bari’, Al Musawwir, Al Ghofar, Al Qohar, Al Wahab, Al Fatah, Ar Rozaq, dst ada 99.

2. Akidah Tauhid :

a. Tauhid Rububiyah, meyakini bahwa Allah satu-satunya Rabb, pencipta seluruh alam semesta.

b. Tauhid Uluhiyah, meyakini bahwa Allah satu-satunya Ilah, sesembahan yang boleh diibadahi.

c. Tauhid Mulkiyah, meyakini bahwa Allah satu-satunya Mulk, penguasa, pengatur seluruh alam semesta, pemberi rejeki seluruh makhluk-Nya.

3. Al-Qur’an

a. Al-Qur’an merupakan Kalamullah (firman Allah) bukan makhluk.

b. Meyakini semua ayat Al-Qur’an benar dari sisi Allah, tidak ada kesalahan, kebatilan dan pertentangan dalam semua ayat-ayatnya.

c. Mengimani kitab suci sebelum Al-Qur’an pernah berlaku pada masanya masing-masing seperti : Injil nabi Isa, Zabur nabi Daud, Taurat nabi Musa, Suhuf-suhuf (lembaran suci) nabi Ibrahim.

4. Rasul

a. Mengimani 25 Nabi dan Rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Diluar 25 Nabi dan Rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an ada Nabi dan Rasul yang tidak disebutkan dalam Al-Qur’an.

b. Mengimani bahwa Nabi Muhammad adalah Rasul terakhir yang membawa syariat agama Islam yang telah sempurna untuk seluruh umat manusia dimuka bumi dan untuk golongan jin.

c. Mengimani tidak ada Nabi dan Rasul baru yang menerima wahyu dan membawa syariat baru sesudah Nabi Muhammad SAW.

d. Mengimani bahwa Nabi Muhammad SAW makshum (terpelihara dari dosa dan kesalahan).

4. Malaikat

a. Mengimani adanya para Malaikat yang selalu taat dan patuh kepada Allah :

1. Malaikat Jibril, pemimpin para Malaikat yang menyampaikan wahyu kepada Nabi.

2. Malaikat Mikail, pembagi rezeki, pengatur hujan, berhembusnya angin.

3. Malaikat Isrofil, peniup sangkakala saat hari kiamat.

4. Malaikat Izrail, pencabut nyawa.

5. Malaikat Munkar, penanya dalam alam kubur.

6. Malaikat Nakir, penanya dalam alam kubur.

7. Malaikat Rokib, pencatat amal baik.

8. Malaikat Atid, pencatatat amal buruk.

9. Malaikat Ridwan, pemimpin penjaga surga.

10. Malaikat Malik, pemimpin penjaga neraka.

11. Malaikat Hafadah, mengiringi setiap manusia.

12. Malaikat Zabaniah, petugas menjaga neraka.

13. Malaikat Muqorrobin, pemikul Arsy

b. Mengimani bahwa para malaikat selalu taat, patuh, beribadah, berdzikir dan memuji Allah.

5. Mengimani adanya Iblis, syaiton dan Jin.

6. Akhirat

a. Mengimani adanya alam kubur.

b. Mengimani adanya Masyar.

c. Mengimani adanya Mizan (timbangan).

d. Mengimani adanya hisab (perhitungan amal).

e. Mengimani adanya Shirat (jembatan).

f. Mengimani adanya telaga Kautsar.

g. Mengimani adanya syafa’at Nabi Muhammad dan orang-orang yang diijinkan oleh Allah untuk memberi syafa’at.

h. Mengimani adanya surga dan neraka.

7. Iman

a. Iman itu keyakinan dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan.

b. Iman dapat bertambah karena ilmu dan amal saleh, iman juga dapat berkurang karena kelalaian dan dosa-kemaksiatan.

8. Dosa besar

a. Pelaku dosa besar menjadi fasik.

b. Pelaku dosa besar yang akidahnya masih sempurna, tidak keluar dari Islam.

c. Dosa besar selain Syirik masih bisa diampuni oleh Allah bila mau taubat dengan sungguh-sungguh.

d. Pelaku dosa besar kelak akan masuk neraka sampai waktu tertentu sebagai hukuman atas dosa-dosanya kemudian akan dimasukkan kedalam surga.

9. Takdir dan keadilan Allah

a. Mengimani adanya takdir Allah pada induk kitab Lauhful Mahfudz.

b. Manusia diberi kebebasan ber ikhtiar.

c. Allah bersifat adil dalam memberi pahala-surga bagi mukmin yang taat dan memberi dosa-neraka bagi yang durhaka.

10. Khilafah dan imamah

a. Wajib adanya khilafah (pemerintahan)

b. Tidak boleh memberontak selama Khalifah masih mendirikan shalat.

c. Prinsip pemerintahan : Quraisy (memiliki keutamaan seperti orang Quraisy), baiat, syuro (musyawarah) dan keadilan.

d. Rasulullah tidak mewasiatkan seseorang tertentu (Ali dan keturunannya) sebagai satu-satunya yang berhak atas kekhalifahan.

11. Filsafat

a. Dalam urusan akidah tidak boleh mengutamakan dominasi rasio (apalagi liberal seenaknya) dalam menafsirkan nash.

b. Dalam urusan dunia (kedokteran, matematika, kimia, astronomi, dsb), Islam juga menganjurkannya karena hidup di dunia, sehingga ilmu dunia juga penting.

12. Sahabat Nabi

a. Semua sahabat Nabi adalah adil, artinya diterima kesaksian dan periwayatan haditsnya.

b. Generasi Islam terbaik adalah generasi sahabat Nabi, generasi Tabi’in dan generasi Tabi’it Tabi’in.

c. Tidak boleh mencaci, mencela dan mengatakan tentang keburukan para sahabat Nabi.

d. Sahabat Nabi yang terlibat pertikaian pada perang Jamal dan Shiffin, walaupun ada yang bersalah, namun mereka telah taubat dan jasa mereka terhadap Islam masih lebih besar dari kesalahannya.

e. Sahabat Nabi yang utama adalah :

1. Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali).

2. Sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.

3. Orang-orang Muhajirin dan Anshar yang paling dahulu masuk Islam.

4. Para peserta perang Badar.

5. Para peserta Baiat dibawah pohon (Bai'atur Ridwan).

6. Para veteran perang-perang lain dimasa Nabi.



13. Nash-nash Tasybih dan Tajsim.

a. Tasybih, yaitu nash yang mengabarkan penyerupaan Allah dengan makhluk, seperti :

1. “Tuhan yang Rahman bersemayam diatas Arsy.” (Q Thaha : 5)

2. “Dan datanglah Tuhanmu, sedang para Malaikat berbaris-baris” (QS Al Fajr : 22).

3. “Dan Dia (Allah) bersama kamu dimana saja kamu berada.” (QS AL-Hadid : 4)

4. “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS Qaaf : 16)

5. “Bukanlah engkau yang melempar ketika engkau melempar (musuh) tetapi Allah lah yang melempar (mereka)” (QS Al-Hadid : 22).

6. Hadits Riwayat Bukhari :

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda : “Tuhan kita, tiap-tiap malam turun kelangit dunia pada ketika tinggal sepertiga malam yang terakhir, lalu Dia berkata : ‘Siapakah yang akan berdo’a maka Aku kabulkan, siapakah yang meminta maka akan Aku beri, siapakah yang mohon ampunan, maka Aku ampuni.”

b. Tajsim, yaitu nash yang mengkhabarkan “anggota tubuh Allah”

1. “Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah, tangan Allah diatas tangan mereka.” (QS Al-Fath : 10)

2. “Hai Iblis, apa yang menghalangimu untuk sujud kepada apa yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku” (QS Ash Shaf : 7).

3. “Dan Langit kami bangun dengan tangan Kami.” (QS Az Zariat : 47)

4. “Padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.” (QS Az Zumar : 67).

5. Hadits Riwayat Muslim :

“Bahwasanya hati anak Adam seluruhnya terletak diantara dua anak jari Tuhan yang Rahman.”

6. “Dan buatlah perahu dengan mata Kami dan wahyu kami.” (QS Hud : 37).

7. “Aduhai, sesalanku atas kelalaianku dalam mengurus sisi rusuk Tuhanku.” (QS Az Zumar : 56)

8. “Segala yang didunia akan lenyap binasa, dan yang akan kekal hanyalah wajah Tuhanmu.” (QS Ar Rahman : 26)

9. “Kemana saja kamu menghadap disitulah wajah Allah.” (Al Baqarah : 115)

10. “Allah cahaya langit dan bumi” (QS An Nur : 35).

11. Hadits riwayat Muslim:

“Tuhan menjadikan Adam atas rupa (citra) Nya.”

12. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim :

“Kepada neraka jahanam selalu dilemparkan sesuatu, dan ia selalu bertanya : ‘Adakah tambahannya ?’ sampai tuhan meletakkan tumit-Nya dalam neraka jahanam itu, sehingga berhimpit isi neraka itu yang satu dengan yang lainnya, lalu jahanam berkata : ‘Cukuplah, cukup’.”

Terhadap nash-nash Al-Qur’an dan Hadits yang mengkhabarkan tasybih, tajsim, sifat-sifat Allah, maka yang demikian itu termasuk ayat-ayat mutasyabih maka kita wajib mengimani semua ayat-ayat mutasyabih tersebut berasal dari sisi Allah. Tidak ada yang tahu ta’wil sebenarnya kecuali Allah, dan kita tidak diwajibkan mengetahui ta’wilnya, maka tidak perlu membahasnya secara mendetail berdasarkan akal pikiran.

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia”. (QS Asy Syura : 11).

(Dialah yang menurunkan kepadamu Alquran, di antara isinya ada ayat-ayat yang muhkamat) jelas maksud dan tujuannya (itulah dia pokok-pokok Alquran) yakni yang menjadi pegangan dalam menetapkan (sedangkan yang lainnya mutasyabihat) tidak dimengerti secara jelas maksudnya, misalnya permulaan-permulaan surah. Semuanya disebut sebagai 'muhkam' seperti dalam firman-Nya 'uhkimat aayaatuh' dengan arti tak ada cacat atau celanya, dan 'mutasyaabiha' pada firman-Nya, 'Kitaaban mutasyaabiha,' dengan makna bahwa sebagian menyamai lainnya dalam keindahan dan kebenaran. (Adapun orang-orang yang dalam hatinya ada kecenderungan pada kesesatan) menyeleweng dari kebenaran, (maka mereka mengikuti ayat-ayat mutasyabihat untuk membangkitkan fitnah) di kalangan orang-orang bodoh dengan menjerumuskan mereka ke dalam hal-hal yang syubhat dan kabur pengertiannya (dan demi untuk mencari-cari takwilnya) tafsirnya (padahal tidak ada yang tahu takwil) tafsirnya (kecuali Allah) sendiri-Nya (dan orang-orang yang mendalam) luas lagi kokoh (ilmunya) menjadi mubtada, sedangkan khabarnya: (Berkata, "Kami beriman kepada ayat-ayat mutasyaabihat) bahwa ia dari Allah, sedangkan kami tidak tahu akan maksudnya, (semuanya itu) baik yang muhkam maupun yang mutasyabih (dari sisi Tuhan kami," dan tidak ada yang mengambil pelajaran) 'Ta' yang pada asalnya terdapat pada 'dzal' diidgamkan pada dzal itu hingga berbunyi 'yadzdzakkaru' (kecuali orang-orang yang berakal) yang mau berpikir. Mereka juga mengucapkan hal berikut bila melihat orang-orang yang mengikuti mereka. (Tafsir Jalalain QS. Al-Imron ayat 7)

berdasarkan QS. Al-Imron ayat 7 ini yg mengetahui takwil ayat2 mutasyabihat hanya Allah dan orang2 yg mendalam ilmunya (Nabi saw. sahabat pilihan dan Ulama'2 pilihan)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar