Allah

Allah
Mari selalu dzikir kepada Allah setiap waktu

Senin, 09 Agustus 2010

IMAM SYAFII MEYAKINI SAMPAINYA BACAAN QUR'AN KEPADA AHLI KUBUR

Bismillah

Banyak kalangan yg salah paham dg pendapat Imam Syafii mengenai pendapat masalah sampai atau tidaknya bacaan Qur'an yg ditujukan pada mayit. Disini ana memenuhi permintaan akhi Abu Dairy untuk lebih memperkuat argumen2 Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qoyyim al-Jauzi yg dulu sudah dikirim melalui inbox tentang keyakinan dua ulama' ini akan sampainya bacaan Qur'an terhadap ahli kubur yg muslim

masalah pendapat yg masyhur dr Imam Syafii bhw pahala Qur’an tdk sampai kpd mayit:
Di kalangan Syafiiyah dlm menyimpulkan pendapat Imam Syafii ada beberapa istilah. Seperti Al-Shohih,Al-Azhar,Al-Masyhur,Al-Rojih,dsb,yg definisi tsb dpt di lihat di kitab2 Syafiiyah. Sdgkan maksud pendpat al-Masyhur dlm persoalan ini apabila al-Qur’an tdk dibaca di hadapan mayit dan tdk diniatkan sbg hadiah kpd mayit tsb. Ini berdasar tokoh Syafii Syekh Zakaria Al-Anshori Al-Syafii .

masalah pendpat yg masyhur dr Imam Syafii bhw pahala Qur’an tdk sampai kpd mayit:
Di kalangan Syafiiyah dlm menyimpulkan pndpat Imam Syafii ada beberapa istilah. Seperti Al-Shohih,Al-Azhar,Al-Masyhur,Al-Rojih,dsb,yg definisi tsb dpt di lihat di kitab2 Syafiiyah. Sdgkan maksud pendpat al-Masyhur dlm persoalan ini apabila al-Qur’an tdk dibaca di hadapan mayit dan tdk diniatkan sbg hadiah kpd mayit tsb. Ini berdasar tokoh Syafii Syekh Zakaria Al-Anshori Al-Syafii .

perkataan Imam Syafii di kitab Dalil Al-Falihin juz 6 hal. 103 yaitu:
“Disunnahkan membaca sebagian ayat al-Qur’an di dekat mayit,dan lebih baik lagi jika mereka (pelayat) membaca al-Qur’an sampai khatam"
Dan banyak riwayat shohih bahwa Imam Syafii pernah berziarah di makam Laits bin Sa’ad. Beliau memujinya, dan membaca al-Qur’an sekali khatam di dekat makmnya. Lalu beliau berkata, “Saya berharap semoga hal ini terus berlanjut dan senantiasa dilakukan (kitab Al-Dakhiroh Al-Tsaminah hal. 64)

Berdasarkan keterangan di atas jelas bahwa Imam Syafii juga berkenan menghadiahkan pahala ke ahli kubur. Hanya saja harus dibaca di hadapan mayit/ahli kubur/makam, atau dido'akan khusus pada bagian akhirnya kalau mayit/ahli kubur itu tidak ada di tempat membaca al-Qur'an tsb. Dg kehendak Allah SWT pahala bacaan tersebut akan sampai kepada mayit/ahli kubur (al-Tajrid li Nafi' al-'Abid juz III hal. 276)

Mengenai keharusan berdo'a (pengkhususan kepada mayit/ahli kubur) setelah membaca al-Qur'an atau dzikir (tahlilan) bagi Imam Syafii itu merupakan satu syarat yg mutlak dilakukan. sebagaimana riwayat Al-Rabi' bahwa Imam Syafii berkata:
"Tentang do'a, maka sesungguhnya Allah SWT telah memerintahkan hamba2nya utk berdo'a kepada-Nya, bahkan juga memerintahkan kepada Rosul-Nya. Apabila Allah memperkenankan umat Islam berdo'a untuk saudaranya yg masih hidup, maka tentu diperbolehkan juga berdo'a untuk saudaranya yg telah meninggal dunia. Dan barokah do'a tersebut insya Allah akan sampai. Sebagaimana Allah Maha Kuasa untuk memberikan manfaatnya kepada mayit/ahli kubur (Manaqib Syafii juz I hal. 430)

kemudian hal ini juga berdasar kitab Al-Fiqh Al-Manhaji 'alaa Madzhab Al-Syafii juz I hal. 267 yg isi kitab tersebut adalah:
"Apabila do'a itu telah dikabulkan oleh Allah SWT maka tentu si mayit/ahli kubur tentu akan memperoleh manfaat dari pahala bacaan tersebut."

Sebagai penguat pendapat Imam Syafii di atas, ini ana sebutkan dalil al-Qur'an tentang sampainya pahala kpd org yg telah meninggal dunia:
1. QS. Muhammad ayat 19: "Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu'min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu."

2. QS. Ibrahim ayat 40-41: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah do`aku. Ya Tuhan kami, berilah ampunan padaku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu'min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)".

3. QS. al-Hasyr ayat 10: "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang".

QS. al-Hasyr ayat 10 menjelaskan bahwa orang mati/ahli kubur bisa mendapat manfaat dari istighfar yg dibaca oleh orang yg masih hidup.

4. QS. al-Thuur ayat 21: "Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya."

QS. al-Thuur ayat 21 menjelaskan Keislaman dan keimanan seorang anak yg masih kecil diikutkan pd salah satu dari kedua orang tuanya. lihat Tafsir al-Khozin juz VI hal. 250 atau tafsir Jami' al-Bayan karya Imam al-Thabary juz 28 hal. 15

QS. al-Thuur ayat 21 ini bukti nyata bahwa orang lain bisa memperoleh manfaat amaliyah orang lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar