Allah

Allah
Mari selalu dzikir kepada Allah setiap waktu

Kamis, 11 November 2010

TENTANG ILMU KALAM

Masalah yang dibahas dalam dalam ilmu kalam adalah mempercayai adanya Allah, Malaikat, Kitab-kitab Allah, Nabi dan Rasul Allah, hari kiamat, Qadha’ dan Qadar, Akhirat, akal dan wahyu, surga , neraka, dosa besar, dan masalah iman dan kafir. yang berdasar dalil2 naqli dan diperkuat dengan-dengan dalil-dalil aqli agar terhindar dari aqidah-aqidah yang menyimpang.


dasar2 ilmu Kalam adalah:
1. Q. S. Al-Ikhlas (3-4). ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tidak satupun di dunia ini yang bisa menyamai/sejajar dengan-Nya. 
2. Q. S. Asy-Syura (7). ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak menyerupai apapun di dunia ini. Ia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
3. Q. S. Al-Furqan (59). ayat ini menunjukkan bahwa tuhan Yang Maha Penyayang berkuasa atas Arsy. Ia pencipta langit, bumi, dan semua yang ada diantara keduanya.
4. Q. S. Al-Fath. (10). ayat ini menunjukkan Tuhan mempunyai kuasa yang selalu berada diatas tangan-tangan (perbuatan) orang yang melakukan sesuatu selama mereka berpegang teguh dengan janji Allah.
5. Q. S. Thaha (39) ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan Maha Melihat yang selalu digunakan untuk mengawasi seluruh gerak , termasuk gerakan hati makhluknya.
6. Q. S. Ar-Rahman (27). ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan adalah Dzat yang tidak akan rusak selama-lamanya.
7. Q. S. An-Nisa’ (125). ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan menurunkan aturan berupa agama . seseorang dikatakan telah melaksanakan aturan agama apabila melaksanakannya dengan ikhlas karena Allah.

kemunculan persoalan kalam dipicu persoalan politik yang menyangkut peristiwa terbunuhnya Usman bin affan yang berbuntut pada penolakan Muawiyah atas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Ketegangan antara . Mu’awiyah dan Ali bin Abi Thalib mengkristal menjadi perang siffin yang berakhir dengan keputusan Tahkim (arbitrase). sikap ali yang menerima tipu muslihat Amr bin Ash(utusan Mu’awiyah dalam tahkim), sungguhpun dalam keadaan terpaksa, tidak disetujui oleh sebagian tentaranya. mereka berpendapat bahwa persoalan yang terjadi saat itu tidak dapat diputuskan melalui tahkim. Putusan datang dari Allah dengan kembali kepada hukum-hukum Al-Qur’an La Hukma Ila Lillah (tidak ada hukum selain dari hukum Allah). atau La Hukma Illa Allah( tidak ada perantara selain Allah) menjadi semboyan mereka . mereka memandang Ali bin Abi Thalib telah berbuat salah sehingga meninggalkan barisannya, mereka terkenal dengan nama khawarij. dan kelompok yang tetap mendukung Ali bin Abi Thalib dikenal dengan nama syiah.

persoalan kalam yang pertama kali muncul adalah persoalan siapa yang kafir dan siapa yang bukan kafir. Dalam arti siapa yang telah keluar dari Islam dan siapa yang masih tetap dalam Islam. Khawarij sebagaimana yang telah disebutkan, memandang bahwa orang-orang yang terlibat dalam peristiwa tahkim yakni Ali, Mu’awiyah, Amr bin Ash, Abu Musa Al-Asy’ari adalah kafir berdasarkan firman Allah surat Al-Maidah ayat 44.
Persoalan ini telah menimbulkan tiga alioran teologi dalam Islam yaitu:
1. Aliran Khawarij, menegaskan bahwa orang yang berdosa besar adalah kafir, dalam arti telah keluar dari Islam atau tegasnya murtad dan wajib dibunuh.
2. Aliran Murji’ah, menegaskan bahwa orang yang berdosa besar masih tetap mukmin dan bukan kafir. Adapun soal dosa yang dilakukannya, hal itu terserah kepada Allah untuk mengampuni atau menghukumnya.
3. Aliran Mu’tazilah , yang tidak menerima pendapat kedua diatas. Bagi mereka orang yang berdosa besar bukan kafir , tetapi bukan mukmin. Mereka mengambil posisi antara mukmin dan kafir, yang dalam bahasa arabnya terkenal dengan istilah al-manzilah manzilatain (posisi diantara dua posisi). dalam Islam timbul pula dua aliran teologi yang terkenal yaitu Qadariyah dan Jabariyah. menurut Qadariyah, manusia mempunyai kemerdekaan dalam kehendak dan perbuatannya. adapun Jabariyah berpendapat sebaliknya, manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam kehendak dan perbuatannya. Aliran Mu’tazilah yang bercorak rasional akhirnya mendapat tantangan keras dari golongan ahlussunnah waljama'ah yaitu aliran Asy’ariyah dan Aliran Maturidiyah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar